MEMBUAT BASE PRACTICE


Kemarin Adik-adik yang sedang PKL (Praktik Kerja Lapangan) mendapat kunjungan istimewa dari Dosen Pembimbing Lapangan atau apa istilahnya kami kurang paham. Secara formal kehadiran Beliau adalah karena tugas sebagai DPL, dan secara sosiologi, adat budaya ketimuran ialah memasrahkan para Mahasiswa bimbingannya. Namun sesungguhnya dibalik itu terdapat banyak pesan yang tersimpan rapi didalamnya.  

Siang itu Jumat, 11 Oktober 2024, sekitar jam 10.00 WIB , kami baru datang kembali dari sebuah forum koordinasi dengan bapak Suhartono (Camat Karangrejo), eh kami disambut rekan kerja dengan sebuah info, "Pak ada tamu.." (Dalam hati penasaran, tamu? Siapa ya, seingatku gak ada janjian). Kami tanya balik, "Siapa?" "Ibu Dosen dari UINSATU, Bu Arla (Kasubag TU) lagi ada rapat, tolong Beliau jenengan temui" Baru kami bisa paham, kami langsung menemui Beliau di ruang tamu, (prolognya) saling salam dan ta'aruf sehingga kami tahu nama Beliau adalah Bu Mega.

Di ruang tamu kantor Inspektorat yang indah, sejuk dan nyaman kami berenam ngobrol santui. Beliau memulai dengan santun menyerahkan keempat Mahasiswanya (Avic, Said, Novia dan Wheny) untuk diberikan bimbingan selama melakukan PKL. Mewakili Bu Arla, walau saya tak mendapatkan mandat secara langsung, kami terima keduanya, kehadiran Bu Mega dan amanat yang diserahkannya. 

Obrolan tanpa thema khusus mengalir bagaikan gemericik air. Kami membuka dengan pertanyaan yang timbul karena penasaran, mengapa memutuskan PKL di Inspektorat, padahal bukan lembaga ekonomi? Bu Dosen, memberikan jawaban bahwa kaitan secara langsung memang tidak tampak, tapi secara tidak langsung bisa ditarik ketersambungannya. Dari jawaban Beliau rupanya mampu memancing tumbuhnya pemahaman kami. 

Berikut catatan yang bisa kami tuangkan untuk memperkuat pemahaman kami atas jawaban Bu Dosen.

Pertama, Ekonomi Syari'at dimana sistem ekonomi dibangun berdasarkan nilai dan prinsip-prinsip syari'at (aturan, tatanan, hukum) agama Islam, sementara Inspektorat adalah institusi yang memiliki tugas mengawal pelaksanaan aturan perundangan dalam institusi pemerintah. Menurut saya sambungannya adalah sama-sama membangun sebuah tananan yang baik berdasarkan aturan-aturan, satu sisi menurut syari'at agama dan dipihak lain berdasar regulasi negara. 

Kedua, Dari sudut pandang tugas pokok yang dilaksanakan, Inspektorat memiliki tugas pokok dalam pembinaan dan pengawasan. Kedua tugas ini tak terpisahkan sebagai kesatuan yang saling menguatkan. Pembinaan adalah upaya memberikan pemahaman mengenai tata aturan dengan tujuan preventif, agar pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sesuai dengan aturan. Sedangkan pengawasan adalah untuk mengetahui sejauhmana aturan dilaksanakan, dengan tujuan, agar jika terjadi penyimpangan terhadap pelaksanaan aturan akan segera terdeteksi dan tidak berkelanjutan. Sedangkan syari'at merupakan aturan yang mengikat kepada pemeluknya, dalam ajaran agama ada yang disebut muhasabah yang bertujuan untuk mengkoreksi diri sendiri, apakah amal yang dilakukan telah sesuai dengan tuntunan agama atau belum. Jika terdapat kesalahan, maka (harapannya) segera terbangun kesadaran dan melakukan pembenahan pada diri sendiri.

Ketiga, terdapat kegiatan yang identik dengan syari'at, yaitu kegiatan syi'ar rutin yang kami lakukan setiap hari Kamis keempat bersama Radio Samara 96,2 FM Tulungagung. Jurusan Ekonomi Syari'at juga mensyi'arkan kepada semua Mahasiswa dan Masyarakat akan penting dan keutamaan menjalankan perekonomian berdasarkan syari'at agama Islam.

Dari oborlan santui ini juga tercetus ide-ide kreatif dan kata dil untuk bersama-sama membuat catatan kegiatan harian selama PKL, kejadian dan ide-ide yang muncul serta pengalaman yang diterima setiap waktu. Target akhir, semua catatan dikumpulkan dan disusun menjadi sebuah buku base practice sebagai karya terindah yang akan menjadi kenangan membanggakan. Sesungguhnya tanpa menyusun buku dimaksud, setiap peserta PKL pasti akan dipaksa menyusun sebuah laporan, ini sama juga membuat buku. Dan sepemahaman kami, dalam PKL juga dutuntut ada catatan kegiatan harian, sebagai embryo dalam penyusunan laporan. Maka ide membuat buku base practice ini sejatinya selaras dengan alur sebuah PKL dilaksanakan.

Pesan buat Adik-adik PKL, jangan lupa apapun kegiatan everytime dokumentasikan dengan gambar dan catatan. 

Selamat menjalankan tugas Pendidikan, Pengabdian dan Penelitian untuk mengembangkan diri.

Penulis: Susilo



Comments

Popular posts from this blog

DAKWAH, SOSIAL, DAN NASIONALISME

Kekuatan yang Tak Terkalahkan

MALU DENGAN SEPATU