MENGAPA HARI JUM'AT MENJADI HARI SANTAI??


Pertanyaan dalam hati yang belum terjawab sampai kini, mengapa hari Jum'at diidentifikasikan sebagai hari santai? Sehingga saking sudah umumnya dianggap santai ke tempat kerjapun boleh mengenakan pakaian olah raga atau jenis lain yang bikin kita tampak tampil santai. Kapan pemahaman seperti itu mulai ditanamkan hingga menjadi budaya santai seperti sekarang ini? Padahal hari Jum'at semestinya menjadi hari yang diistimewakan, serius, berada dalam kawatir antara pengharapan dan ketakutan.

Menurut Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah rahimahulloh dalam kitabnya Zaadul Ma’ad yang memuat hadits-hadits yang membuat beliau berkesimpulan bahwa paling sedikit 33 kekhususan hari Jumat dari hari-hari yang lain.

Sedangkan Al Hafizh Suyuthi menulis kitab yang berjudul Al Lum’ah fi Khashoish Al Jumu’ah di dalamnya menyebutkan hadits yang sangat banyak (termasuk diantaranya hadits lemah) yang menerangkan terdapat 101 keutamaan dan kekhususan Jumat.

Kesempatan ini kami akan sajikan beberapa keutamaan dan kekhususan yang seharusnya membuat kita tidak bersantai-santai pada hari Jum'at , sebagai berikut:

Pertama, Hari Kiamat terjadi pada hari Jum'at

Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu bahwa Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum'at; padanya Adam diciptakan, dimasukkan ke surga dan juga dikeluarkan darinya serta kiamat tidak terjadi melainkan pada hari Jum'at” (HR. Muslim).

Nah, hadist sengaja kami letakkan pada urutan pertama, menurut kami ini informasi dari Kanjeng Nabi ini yang sangat menakutkan dan mengerikan. Lalu jika demikian bagaimana kita bisa bersantai di hari Jum'at, dengan kabar berakhirnya dunia pada hari Jum'at?. Sungguh hari Jum'at seharusnya kita berada dalam kekhawatiran, ketakutan, keseriusan dan kehati-hatian yang maksimal jikalau hari inilah ditetapkan sebagai datangnya kiamat. Memperbanyak amal kebajikan merupakan bagian penting wujud keseriusan kita, mempersiapkan pakaian terbaik dan persiapan terbaik pula untuk mendatangi masjid bagian dari kesungguh-sungguhan, mungkin karena selama ini sudah menjadi budaya bahwa hari Jum'at itu hari santui, so.. bawaannya santui ajaa...

Kedua, Dianjurkan memperbanyak shalawat kepada Nabi di hari Jum'at

Dari Aus bin Aus radhiyallohu 'anhu berkata Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya hari yang afdhal bagi kalian adalah hari Jumat; padanya Adam diciptakan dan diwafatkan, pada hari Jum'at juga sangkakala (pertanda kiamat) ditiup dan padanya juga mereka dibangkitkan, karena itu perbanyaklah bershalawat kepadaku karena shalawat kalian akan diperhadapkan kepadaku” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat yang kami ucapkan untukmu bisa diperhadapkan padamu sedangkan jasadmu telah hancur ?” Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bagi tanah untuk memakan jasad para nabi” (HR. Abu Daud, Nasaai, Ibnu Majah dan Ahmad dengan sanad yang shohih).

Membaca sholawat pada hari Jum'at diperintahkan nabi, sebagai bagian dari amal kebajikan yang harus kita biasakan agar kita layak menerima syafa'at kalau ditetapkan pada hari Jum'at (yang sedang kita jalani) sebagai hari berakhirnya dunia dan semua isinya. Lagi-lagi pesan penting dari Nabi ini juga memotivasi kita untuk serius mengisi amalan sholih pada hari Jum'at, bukan sebaliknya malah bersantai. 

Ketiga, Seorang yang meninggal dunia di hari Jum'at akan dilindungi dari siksa kubur

Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallohu anhuma berkata, Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia di hari Jum'at atau pada malamnya melainkan Allah melindunginya dari fitnah kubur” (HR. Tirmidzi dan Ahmad serta dinilai hasan atau shohih oleh Al Albani berdasarkan banyaknya jalur periwayatannya yang saling mendukung dan menguatkan).

Subhanallah, hadist di atas benar-benar menambah bukti betapa istimewanya hari Jum'at, sehingga bagi mereka yang memahaminya, setiap hari Jum'at ia akan mempersiapkan diri sesungguh-sungguhnya. 

Seorang narapidana yang divonis hukuman mati dan ditetapkan akan diekskusi pada hari Jum'at. Maka kiranya apa yang akan dilakukan oleh narapidana tersebut setiap datang hari Jum'at? Tentu ia akan benar-benar dalam ketakutan, totalitas dalam mempersiapkan diri menghadapi ekskusi. 

Tapi berbeda dengan orang beriman, kematian pada hari Jum'at merupakan kebahagiaan dan keberuntungan abadi, sehingga ia akan serius dan totalitas dalam mempersiapkan diri menghadap Illahi.

Keempat, Pada hari Jum'at ada waktu mustajab untuk berdoa

Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu bahwa Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda tentang hari Jumat, “Pada hari Jum'at ada waktu yang mana seorang hamba muslim yang tepat beribadah dan berdoa pada waktu tersebut meminta sesuatu melainkan niscaya Allah akan memberikan permintaannya”. Beliau mengisyaratkan dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa waktu tersebut sangat sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim).

Kapan waktu mustajabah yang dimaksud? Waktu antara duduknya imam di mimbar hingga selesainya shalat. Sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari radhiyallohu anhu dimana beliau berkata saya telah mendengar Rasulullah shalallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,  Waktunya antara duduknya imam di atas mimbar hingga selesainya pelaksanaan shalat Jum'at”. Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, Baihaqi, Ibnul Arabi Al Maliki, Al Qurthubi, Imam Nawawi dll.

Waktu mustajabah yang lain adalah ba’da ashar terutama menjelang maghrib. Berdasar hadist riwayat Imam Nasaai dan lainnya dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallohu anhuma dari Rasulullah shallallohu alaihi wasallam beliau bersabda, “Hari Jum'at 12 jam, padanya suatu waktu yang kapan seorang hamba muslim berdoa padanya niscaya Allah akan memberikannya, carilah waktu tersebut di penghujung hari Jum'at setelah shalat Ashar”. Hadits ini dishahihkan oleh Imam Hakim, Adz Dzahabi, Al Mundziri dan Al Albani serta dihasankan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar. 

Pendapat ini yang dipilih oleh banyak ulama diantaranya sahabat yang mulia Abdullah bin Salam radhiyallohu anhu, Ishaq bin Rahuyah,Imam Ahmad dan Ibn Abdil Barr. Imam Ahmad menjelaskan, “Kebanyakan hadits yang menjelaskan waktu tersebut menyebutkan ba’da ashar…”

Sekali lagi hari Jum'at diisyaratkan perlu keseriusan kita, agar tidak terlewatkan saat-saat mustajabah untuk kita gunakan bermunajah, mengajukan proposal penting untuk kehidupan dunia dan akhirat. 

Kelima, Hari Ied yang berulang setiap pekan

Dari Ibnu Abbas radhiyallohu anhuma berkata Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya hari ini (Jum'at) Allah menjadikannya sebagai hari Ied bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang menghadiri shalat Jum'at hendaknya mandi, jika ia memiliki wangi-wangian maka hendaknya dia memakainya dan bersiwaklah” (HR. Ibnu Majah dan haditsnya dinyatakan hasan oleh Al Albani).

Hadist terakhir yang kami sajikan juga mengisyaratkan agar kita mengistimewakan hari Jum'at dengan berbagai persiapan, mulai dari mandi, memakai wewangian,bersiwak dan tentu juga berpakaian yang indah. Serius, (ini ilustrasi yang sudah sangat umum dan sering disampaikan); ketika kita mau menghadap Pimpinan atau Bupati, kita tidak pede, merasa gak sopan jika memakai pakaian yang sekenanya dan mungkin juga akan ditegor pihak protokolerlah kira-kira. Lha ini hari istimewa dimana kita mau menghadap Yang Maha Kuasa, hari yang mungkin sebagai hari berakhirnya dunia atau mungkin juga akhir hidup kita, maka sudah selayaknya jika kita serius memantaskan diri sebelum menghadap Illahi. Akan menjalankan ibadah istimewa pula yaitu sholat yang mengajarkan dan melatih seperti keadaan mati sebelum mati. E e e.. masih banyak juga yang datang dengan style full santuiii maksimal (mari muhasabah dan berbenah!).

Kapan dan dari mana budaya Jum'at santai itu?

Ini masih tetap menjadi pertanyaan dalam hidupku. Jika para pembaca memiliki info valid tentang hal ini, boleh deh kiranya bagi-bagi.

Wallahu a'lam bis-shawab...

Semoga bermanfaat.

Penulis: Susilo (Anggot Penyuluh Anti Korupsi Jawa Timur)


Sumber dari: https://wahdah.or.id/hadits-hadits-tentang-keistimewaan-dan-kekhususan-hari-jumat/



Comments

Popular posts from this blog

DAKWAH, SOSIAL, DAN NASIONALISME

Kekuatan yang Tak Terkalahkan

MALU DENGAN SEPATU